Halaman

Kamis, 07 Februari 2013

TOLONGLAH...DENGARKAN APA YANG TIDAK KUUCAPKAN


Jangan terkecoh olehku. Jangan terkecoh oleh topeng yang kupakai. Karena aku memakai topeng, aku memakai seribu topeng, topeng yang takut kulepaskan, yang tidak satupun adalah diriku. Pura-pura adalah seni yang jadi sifat kedua bagiku, tetapi tolong jangan terkecoh.
Aku memberikan kesan bahwa aku tenteram, bahwa semuanya beres, baik di dalam batin maupun lingkunganku; bahwa kepercayaan diri adalah ciri-ciriku dan sikap tenang adalah kebiasaanku; bahwa perairannya tenang dan bahwa akulah yang memegang kendali dan aku tidak butuh siapapun. Tetapi tolong jangan percaya, kumohon…

Aku ngobrol santai dengan semua orang dengan nada basa-basi. Aku katakan segalanya yang sebenarnya tidak ada artinya, yang sama sekali lain dari pada seruan hatiku. Jadi, kalau aku sedang berceloteh, jangan terkecoh oleh apa yang kuucapkan. Tolong dengarkan dengan seksama dan berusahalah mendengar apa yang tidak kuucapkan; apa yang ingin dapat kuucapkan; apa, demi keselamatan, yang perlu kuucapkan tetapi tidak bisa. Aku tidak suka bersembunyi, sejujurnya. Aku tidak suka permainan basa-basi yang kumainkan ini.

Sebenarnya aku ingin tulus, spontan, dan menjadi diriku sendiri; tetapi kamu harus menolong aku. Kamu harus menolong aku dengan mengulurkan tanganmu, sekalipun kelihatannya aku tidak menginginkannya atau membutuhkannya. Setiap kali kamu bersikap baik serta lembut dan memberikan dorongan, setiap kali kamu berusaha mengerti karena kamu sungguh peduli, hatiku bersayap. Sayap kecil sih. Sayap lemah sih. Tetapi pokoknya bersayap. Dengan kepekaanmu dan simpatimu serta daya pengertianmu, aku bisa menanggung semuanya. Kamu bisa menghembuskan nafas kehidupan ke dalam diriku.

Pasti tidak mudah bagimu. Keyakinan akan ketidakberhargaan yang sudah lama, pasti sudah membangun dinding yang kuat. Tetapi kasih itu lebih kuat dari pada dinding yang kuat, dan disanalah letaknya pengharapanku. Tolong usahakanlah untuk merubah dinding itu dengan tangan-tangan yang kokoh, tetapi lembut. Karena seorang anak itu peka, dan aku ini anak-anak.

                                                                                                                                                                                                -2011-