Halaman

Selasa, 10 Juli 2012

Cara Menyehatkan Otak Part2

--Lanjutan dari: http://www.hanaangela.blogspot.com/2012/07/cara-menyehatkan-otak-part1.html?m=1

5. Belajar Hal - Hal Baru.
Telah ada bukti yang kuat bahwa pendidikan dan pembelajaran menghasilkan perubahan yang positif di dalam otak. Para peneliti meyakini bahwa aktivitas intelektual berperan sebagai 'neuroprotektif' terhadap demensia. Beberapa studi menyebutkan bahwa pendidikan formal yang rendah dan kompetensi linguistik yang buruk bisa memperbesar resiko pengurangan kognitif di masa senja.

Studi yang dilakukan oleh peneliti di Albert Einstein College of Medicine di New York menunjukan bahwa mereka yang menggunakan pikirannya secara aktif, mengalami penurunan resiko demensia sebanyak 75% dibandingkan dengan mereka yang malas menggunakan otak mereka.

Oleh karena itu, rangsanglah pikiran Anda. Beri dia stimulan. Pastikan Anda secara aktif melakukan pemecahan masalah dan mengkondisikan diri untuk terus mendayagunakan ingatan. Sama seperti aktivitas fisik bisa membuat tubuh Anda kuat, aktivitas mental juga akan membuat pikiran Anda menjadi semakin tajam dan tangguh. Semakin sering kita berpikir, semakin bagus otak kita berfungsi, terlepas dari seberapapun usia kita. Tanpa ada sesuatu untuk membuat pikiran kita terus bekerja, sama seperti otot kita yang menganggur bisa jadi atropy, otak kita juga bisa mengalami penurunan pada kemampuan kognitif.

Namun bila Anda terus belajar dan menantang diri sendiri, otak Anda -secara harafiah- akan terus berkembang. Studi terbaru menunjukkan bahwa pembelajaran terus menerus bisa meningkatkan ingatan dan daya tahan sel-sel otak yang baru tumbuh. Otak yang aktif membuat koneksi baru antara sel syaraf sehingga mereka bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lain dengan lebih baik. Inilah yang akan membantu otak Anda menyimpan dan memanggil informasi dengan lebuh mudah, tidak peduli berapa usia Anda.

Lantas tantangan seperti apakah yang dibutuhkan? Para ilmuwan sepakat bahwa apapun yang bersifat 'baru' dan bisa mengembangkan pengetahuan Anda akan memberi dampak positif bagi otak Anda, seperti :
- Belajar memainkan alat musik baru.
- Berganti karir atau memulai karir yang baru.
- Memulai hobi baru, seperti melukis, bersepeda, atau bertukang.
- Belajar bahasa asing baru.
Berdasarkan studi terbaru, kemampuan untuk menguasai lebih dari 1 bahasa akan memperlambat penuaan otak.
- Belajar membuat masakan baru.
- Menjaga agar tetap up to date terhadap berita-berita dunia.

Jika anda membiarkan otak Anda menganggur, otak Anda akan merasakan dampak negatifnya.

6. Berinteraksi dan Perbanyak Relasi.
Secara sederhana, interaksi sosial bisa diukur dari seberapa sering seseorang berbicara di telepon, dan terlebih lagi bertatap muka dengan teman-teman, tetangga, sanak saudara, rekan kerja, dan sebagainya, serta seberapa sering mereka saling bersama.

Karena terbilang sebagai latihan berpikir, bersosialisasi bisa memiliki efek protektif pada otak. Berinteraksi dengan orang-orang bukan hanya bisa menstimulasi otak Anda, tetapi juga bisa membuat pikiran Anda semakin tajam.

Ikatan sosial yang kuat telah diasosiasikan dengan tekanan darah yang lebih rendah dan ekspentasi hidup lebih tinggi. Sementara itu, miskinnya kehidupan sosial diyakini menjadi faktor resiko independen terhadap penurunan kualitas kognitif di usia senja. Berbicara dengan orang lain selama 10 menit setiap hari bisa meningkatkan kemampuan mengingat otak.


Follow me on Twitter : @hanaangela_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar